Baiat Aqabah Pertama

Enam orang dari Madinah yang telah bertemu dengan Rasulullah saw kemudian menerima Islam saat di Mekkah sebagaimana yang telah diceritakan disini: Pertama Kali Islam Menyebar Di Madinah, kini mereka kembali ke Madinah. Dari mereka inilah awal mula terjadinya baiat Aqabah pertama

Setelah sampai di kampung halaman mereka di Madinah, keenam orang dari suku Khazraj itu menceritakan pengalaman mereka berjumpa dengan Rasulullah saw kepada sanak saudarannya.

Dengan penuh semangat dan kesungguhan mereka menyampaikan misi Rasulullah saw dan mengajak mereka kepada Islam.

Sehingga berkat usah mereka, Islam mulai tumbuh di Madinah. Orang-orang dari Suku Aus dan Khahzraj tertarik mendengarkan penuturan mereka tentang Rasulullah saw.

Selain itu, keenam orang dari Madinah itu telah berjanji kepada Rasulullah saw bahwa akan kembal menjumpai beliau saw pada musim haji tahun berikutnya.

Sejarah peristiwa Baiat Aqabah Pertama ini dapat ditonton videonya di Channel Jejak Mulia:

Baiat Aqabah

Sesuai dengan janji yang mereka sampaikan satu tahun sebelumnya, pada musim haji berikutnya yaitu tahun ke-12 kenabian atau pada tahun 621 M, orang-orang dari Madinah itu datang kembali ke Mekkah.

Kali ini mereka berjumlah dua belas orang. Sepuluh di antaranya dari suku Khazraj dan dua orang dari suku Aus.

Sebagian di antara mereka ialah orang-orang yang pernah berjumpa dengan Rasulullah saw, menerima dakwahnya dan beriman kepada beliau saw pada tahun sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, saat itu orang-orang Makkah sangat menentang keras dakwah Rasulullah saw, sehingga pertemuan itu dilakukan di sebuah lembah tanpa diketahui oleh orang-orang Makkah.

Karena itulah pertemua dengan Rasulullah saw sehingga terjadinya baiat itu disebut sebagai baiat Aqabah Pertama. Dimana pada masa itu Aqabah merupakan jalan terjal yang sulit dilalui untuk mencapai puncak bukit.

Baca juga:

Pertama Kali Islam Menyebar Di Madinah

Mereka berjumpa dengan Rasulullah saw, dimana beliau saw menjelaskan perihal Islam kepada mereka sehingga mereka mengerti dan yakin akan dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah saw, karena itu mereka menyatakan beriman dan menyampaikan janji setia kepada Rasulullah saw.

Di hadapan kumpulan orang-orang Madinah itu, Rasulullah saw bersabda:

“Baiatlah padaku atas hal-hal berikut ini, yakni kalian tidak akan menyekutukan apapun dengan Allah Ta’ala, tidak akan mencuri, tidak akan membunuh anak dan tidak akan melontarkan tuduhan secara sengaja dan tidak juga akan menuruti hal-hal yang bukan maruf. Barangsiapa yang memenuhi janji tersebut, maka ganjaran berada di tangan Allah Ta’ala. Barangsiapa yang melakukan salah satu diantara keburukan itu lalu Allah Ta’ala menutupi kelemahannya, maka urusannya diserahkan kepada Allah ta’ala. Jika Allah menghendaki, Dia akan memaafkannya atau menghukumnya.  (Riwayat Bukhari).

Sambil memegang tangan Rasulullah saw, mereka dengan penuh khidmat menyatakan iman akan Tauhid Ilahi dan mereka bertekad menjauhkan diri dan segala kejahatan, pembunuhan, dan dari fitnah-memfitnah. Mereka bertekad bulat untuk taat kepada Rasulullah saw dalam segala hal yang ma’ruf (baik).

Baca juga:

Fakta Menarik! Ternyata Orang Afghanistan Keturunan Yahudi

Mereka yang Ikut Baiat Aqabah

12 orang dari 7 keluarga yang hadir pada baiat pertama Aqabah dari kabilah Khazraj adalah:

As’ad bin Zurarah

‘Auf bin Harits

Mu’adz bin Harits

Dzakwan bin ‘Abdul Qays

Rafi’ bin Malik

‘Ubadah bin Shamit

Abi Abdurrahman Yazid bin Tsa’labah

‘Abbas bin ‘Ubadah bin Nadhlah

‘Uqba bin ‘Amir bin Nabi

Qutbah bin ‘Amir bin Hadidah

Kemudian dua orang dari kabilah Aus:

Abu al-Haitsam bin Tayyihan

‘Uwaym bin Sa’idah

Diantara mereka ada yang kemudian ditunjuk oleh Rasulullah saw untuk menjadi Naqib atau pemimpin bagi masing-masing kabilahnya.

Baca juga:

Umat Islam Diboikot

Kembali Ke Madinah

Setelah peristiwa penting itu, maka 12 orang itu pun kembali ke Madinah. Meskipun singkat pertemuan mereka dengan Rasulullah saw sangat berkesan dan memberi pengaruh yang luar biasa.

Ketika mereka pulang ke Medinah mereka pun mulai menyampaikan tabligh Islam kepada orang-orang Madinah. Semangat mereka berkobar dan menyala-nyala.

Patung-patung berhala yang biasa mereka sembah, mereka ambil dari relung-relung di tembok, kemuduian mereka campakkan ketanah hingga hancur.

Mereka yang biasa membungkuk dengan hormat di hadapan berhala-berhala itu, mulai menegakkan kepala. Mereka bertekad hanya akan membungkuk dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Hal itu membuat kaum Yahudi tercengang. Bagaimana tidak, mereka telah hidup dan bergaul berabad-abad lamanya dengan orang-orang Arab Madinah, berusaha menjelaskan tentang keesaan Tuhan tetapi mereka gagala meyakinkan orang-orang Arab Madinah.

Tetapi pertemuan yang hanya beberapa hari saja dengan Nabi Muhammad membuat perubahan yang luar biasa. Orang-orang Madinah yang tadinya penyembah berhala-berhala itu kini mengimani Tuhan yang Esa.

Baca juga:

Surah Al Haqqah: Tafsir Dan Isi Kandungannya

Memohon Mubaligh

Kemudian, penduduk Medinah biasa menjumpai beberapa orang Muslim yang tinggal di tengah-tengah mereka, mereka mencari keterangan tentang Islam.

Tetapi orang-orang Muslim yang sedikit dan baru masuk Islam itu tidak dapat menampung pertanyaan-pertanyaan yang banyak, lagi pula pengetahuan mereka tidak cukup.

Maka, mereka mengambil keputusan untuk mengajukan permohonan kepada Rasulullah saw agar mengirimkan seseorang untuk memberi pelajaran Islam, Sehingga Rasulullah saw pun berkenan mengirimkan seorang sahabat yang masih muda, yaitu Mus’ab bin Umair ra.

Sejak saat itu, orang-orang Madinah berbondong-bondong menerima kebenaran Islam. Hingga beberapa waktu lamanya Mush’ab bin Umair kemudian kembali ke Makkah dan memberi kabar gembira kepada Nabi Muhammad saw tentang keberhasilan misinya.

Simak kelanjutan kisah sejarah hidup nabi muhammad ini di video berikutnya yaitu, peristiwa baiat aqabah kedua, terimak kasih wassaa

Sumber:

Riwayat Hidup Rasulullah saw – Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad

(Visited 11 times, 4 visits today)

Tinggalkan Balasan