Ayat Kursi, Penjelasan Dan Manfaatnya

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

ayat-kursi

Ayat Kursi adalaha ayat ke 256 dari surah Al Bakarah yang memiliki makna yang dalam dan manfaat yang besar. Berikut ini penjelasan dan manfaat Ayat Kursi yang dikutif dari berbagai sumber.

Ayat Kursi Dan Terjemahnya

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

“Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Tegak atas Dzat-Nya sendiri dan Penegak segala sesuatu. Kantuk tidak menyerang-Nya dan tidak pula tidur. Kepunyaan Dia-lah apa yang di seluruh langit dan apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di hadirat-Nya kecuali dengan izin-Nya ? Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka; dan mereka tidak meliputi barang sesuatu dari Ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Ilmu-Nya meliputi seluruh langit dan bumi; dan tidaklah memberatkan-Nya menjaga keduanya; dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.” (Al Baqarah: 256)

Penjelasan Ayat Kursi

Berkenaan dengan Ayat Kursi ini, Rasulullahsaw bersabda:  

عن ابي هريرة  قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم  لكل شئ سنام وان سنام القران سورة البقرة  وفيها اية هى سيدة اي القران هي اية الكرسي

Abu Hurairahra meriwayatkan bahwa Rasulullahsaw bersabda: “Setiap sesuatu ada bagian puncaknya dan bagian puncak Al Quran adalah surah Al Baqarah di dalamnya ada satu ayat yang merupakan kepala seluruh ayat Quran dan itu adalah Ayat Kursi.” (Tirmizi, jld. 2, Bab Fadhailul Quran)  

Rasulullahsaw pernah bersabda bahwa Ayat Kursi itu ayat Al Quran yang paling mulia. Juga, Rasulullahsaw menyebutnya sebagai ayat yang paling indah dalam Al Quran.

Kursi  berarti, singgasana, kursi, tembok penunjang; ilmu; kedaulatan dan kekuasaan; Karaasi itu jamak dan berarti orang-orang terpelajar. Ayat Kursi dengan indahnya menggambarkan Keesaan Tuhan serta Sifat-sifat-Nya yang agung.

Maksud Dan Hikmah Dari Kursi

Maksud dari kursi diayat ini bukanlah tempaat duduknya Allah. Bahkan Tuhan  yang mengangkat kursi itu.

Semua yang Dia angkat, Dia tidak lelah  mengangkat-Nya. Dan Dia Maha Tinggi, tidak ada akal yang bisa sampai pada wujud-Nya dan Dia Maha besar. Segala sesuatu di hadapan kebesaran-Nya tidak berdaya. Seluruh langit dan bumi berada dalam kekuasaan Allah dan kedudukan-Nya terjauh dari semuanya dan kebesaran-Nya tidak ada batas-Nya.

Jadi, di dalam kursi Allah berada semua langit dan bumi. Dia memikul  semua-Nya. Dia tidak lelah  mengangkatnya dan dia  Maha tinggi Tidak ada akal manusia bisa  sampai pada wujud-Nya.

Bersih dari setiap aib. Memiliki semua sifat sempurna. Selain Dia tidak ada yang layak disembah dan ditaati. Dia kekal, pengatur segala sesuatu yang ada, pelindung yang tidak pernah malas, ngantuk dan tidur. Semua berada dibawah kekuasaan, kepemilikan dan adalah ciptaan-Nya. Langit dan bumi membuktikan keberadaan dan keesaan-Nya.

Karena kebesaran dan keagungan-Nya  tidak ada yang bisa memberi syafaat kepada siapapun tampa izin dari Zat yang Maha suci ini. Maka siapakah yang memliki kekuatan untuk menandingi-Nya.

Dia mengetahui apa yang akan terjadi  dan apa yang telah berlalu. Berkenaan dengan makhluk, apa yang akan  dikatakan. Tidak ada  yang bisa menguasai ilmu tentang sesuatu dari ilmu-Nya tanpa kehendak-Nya.

Ilmu-Nya yang sempurna melingkupi langit dan bumi dan Dia tidak pernah lelah  menjaga langit dan bumi. Dia Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia tidak pernah ngantuk dan tidak pernah tidur, yakni tidak pernah lalai menjaga makhluk.

Eksistensi Allah

Betapa indah dan anggunnya Al Quran mengemukakan pandangan yang mendukung eksistensi Pencipta alam semesta ini dalam Ayat Kursi, dalam pengertian yang mendalam dan pokok pandangan yang bijak.

Bagi semua hal yang ada di langit dan di bumi, telah dinyatakan secara lugas adanya eksistensi sosok Pencipta yang memiliki sifat-sifat yang sempurna dalam kata-kata yang kedalaman maknanya dan lingkupannya tidak pernah bisa ditandingi oleh para ahli filosofi.

Para filosof yang pengetahuannya dangkal, tidak mampu melihat bahwa jasmani dan ruhani ini merupakan hasil ciptaan dan tidak bersifat abadi dan mereka tetap saja tidak menyadari bahwa kehidupan, eksistensi dan pemeliharaan yang sempurna hanya ada pada Allahswt.

Pemahaman yang mendalam ini hanya bisa dipelajari dari ayat tersebut dimana diungkapkan bahwa kehidupan yang sempurna dan keabadian eksistensi hanyalah milik Allahswt yang menggabung dalam Diri-Nya semua sifat yang sempurna.

Selain Dia tidak ada lagi yang memiliki eksistensi dan pemeliharaan yang sempurna. Hal ini menjadi dasar pemikiran harus adanya sosok Pencipta dari alam semesta dan dikatakan:

“Kepunyaan Dia-lah apa yang ada di seluruh langit dan apa yang ada di bumi.” (QS Al Baqarah: 256).

Dengan kata lain, karena alam tidak memiliki eksistensi atau pemeliharaan yang sempurna dari dirinya sendiri maka alam membutuhkan suatu kausa agar ia bisa hidup dan terpelihara.

Kausa tersebut dengan sendirinya harus bersifat komprehensif dengan sifat-sifat yang sempurna yang mengendalikan alam ini menurut kehendak-Nya yang bersifat Bijak dan melihat segala hal yang tersembunyi, dan kausa itu adalah Allah.

Dalam istilah Al Quran, Allah adalah nama dari Wujud yang bersifat komprehensif dengan segala kesempurnaan. Itulah sebabnya nama Allah selalu dikaitkan dengan segala yang bersifat Maha dan di berbagai tempat dinyatakan bahwa Allahsaw adalah Tuhan seru sekalian alam, Ar-Rahman, Ar-Rahim, yang mengendalikan alam berdasar kehendak-Nya, Maha Bijak, Maha Mengetahui segala yang tersembunyi, Maha Kuasa, Maha Abadi dan lain-lainnya. Itulah sebabnya maka ayat tersebut dimulai dengan nama Allah dan selanjutnya:

“Allah, tiada yang patut disembah selain Dia, yang Maha Hidup, yang Tegak atas Dzat-Nya Sendiri dan Penegak segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah, 2: 256).

Dengan kata lain, Penunjang dari alam fana ini adalah Wujud yang secara komprehensif memiliki semua sifat yang sempurna.

Semua itu merupakan indikasi bahwa dalam alam yang tertata rapih ini, adalah salah untuk menganggap bahwa suatu benda menjadi kausa penyebab timbulnya benda lain. Kegiatan seperti itu harus melalui fungsi sifat dari Sang Pencipta yang mengendalikan takdir-Nya yang bersifat Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Ar-Rahim, Maha Abadi dan bersifat komprehensif dalam sifat-sifat sempurna-Nya.

Hanya Allahswt yang memiliki kesempurnaan wujud. Setelah membuktikan eksistensi Sang Pencipta alam maka bagi seorang pencari kebenaran perlu juga meyakinkan bahwa Sang Pencipta tersebut bebas dari segala perserikatan.

Baca juga: Surah Al Fatihah Lengkap Dengan Terjemah Dan Tafsirnya

Menegakkan Tawajuh

Syariat Islam telah menetapkan beberapa peraturan untuk menegakkan tawajuh. Di antaranya adalah: Wudhu yang seyogianya dilakukan oleh setiap orang sebelum mengerjakan sholat.

Di dalamnya terdapat hikmah, iaIah: Allah Ta’ala telah membuat beberapa sarana untuk menyampaikan pikiran dan perasaan kepada orang lain. Di antar sarana-sarana itu ialah jaringan syaraf.

Dengan perantaraan itu pengaruh pikiran-pikiran serta perasaan-perasaan manusia kena kepada benda-benda lainnya. Dan jaringan syaraf itu merupakan sebagai jalan. Itulah sebabnya Junjungan kita Rasulullahsaw biasa meniupkan nafas kepada kedua telapak tangan setelah membaca Ayat Kursi lalu mengusapkan telapak tangan beliau ke badan beliau.

Sekali-kali tidak sia-sia. Bahkan sesungguhnya adalah pengaruh pikiran-pikiran diubah menjadi pikiran-pikiran lewat syaraf, lewat suara, lewat tiupan. Oleh karena Itulah Rasulullahsaw menggabungkan ketiga sarana tersebut.

Membaca Ayat Kursi dengan mulut, kemudian meniupkan nafas ke atas kedua telapan tangan, lalu tangan diusapkan ke seluruh badan. Pendek kata, suara, syaraf, pandangan, tiupan, dan sebagainya merupakan jalan untuk mengungkapkan atau mengeluarkan pikiran-pikiran.

Oleh sebab ltulah maka meniup itu terbukti dari para orang-saleh, bahkan diriwayatkan pula oleh Rasulullahsaw. Jadi, oleh karena dengan perantaraan jaringan syaraf maka pikiran-pikiran keluar dan menjadi terpencar.

Manfaat Ayat Kursi

Di dalam Tirmidzi, Kitabul fazaail, diriwayatkan dari Abu Hurairahra bahwa Rasulullahsaw bersabda bahwa jika ada yang membaca surat Mu’min ayat pertama sampai ilahil mashiyr dan membaca Ayat Kursi di waktu subuh maka keduanya sampai petang hari akan berada dalam penjagaan Allah. Dan siapa yang membaca ini pada waktu  petang hari maka sampai waktu subuh keduanya akan  tetap berada dalam penjagaan Allah.

Selain itu  pada saat seseorang mau tidur juga ada zikir. Sebagaimana yang diajarkan yakni bacalah Ayat Kursi dan 3 qul (Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas) lalu tiupkanlah pada dada.

Abdullah bin Mas’udra meriwayatkan bahwa orang yang membaca 10 ayat Surah Al Baqarah dimalam hari hingga subuh, syetan tidak akan masuk kedalam rumahnya. Yakni 4 ayat pertama surah Al Baqarah, ayat kursi, dan setelah itu 2 ayat, dan 3 ayat terahir Surah Baqarah yang dimulai dari  Lillahi maa fissamaawaati.

Baca juga: Hikmah Ditetapkannya Waktu-waktu Sholat

Bacaan Sebelum Tidur

Abu Hurairahra menceritakan: “Rasulullahsaw mempercayakan saya untuk menjaga zakat pada bulan Ramadhan, kemudian ada seorang datang dan mengambil segenggam makanan, maka orang itu saya pegang dan saya katakan, “Sungguh kamu akan saya laporkan kepada Rasulullahsaw.”

Ia berkata: “Sesungguhnya saya adalah orang miskin yang mempunyai banyak tanggungan keluarga yang membutuhkan makanan.” Maka saya melepaskan orang itu. Pagi harinya Rasulullahsaw bertanya :

“Wahai Abu Hurairah apa yang diperbuat tawananmu tadi malam ?” Saya menjawab : “Wahai Rasulullah, ia mengeluh sangat membutuhkan makanan sedangkan ia mempunyai banyak keluarga, maka saya merasa kasihan kepadanya lantas saya lepaskan.”

Beliau bersabda: “Sesungguhnya ia dusta kepadamu dan ia akan datang lagi.” Saya percaya bahwa ia akan datang lagi karena Rasulullahsaw telah mengatakan

hal itu, maka saya jaga benar-benar. Kemudian orang itu datang lagi dan mengambil segenggam makanan, maka saya berkata: “Sungguh kamu akan saya laporkan kepada

Rasulullah saw. “ Ia berkata: “Maafkan saya, karena sesungguhnya saya adalah orang miskin dan mempunyai tanggungan banyak keluarga, saya tidak akan mengulangi lagi.” Saya merasa kasihan kepadanya maka saya lepaskan.

Pagi harinya Rasulullahsaw bertanya: “Wahai Abu Hurairah, apa yang diperbuat oleh tawananmu ?” Saya menjawab: “Wahai Rasulullah ia mengeluh sangat membutuhkan makanan sedangkan ia mempunyai banyak keluarga, maka saya merasa kasihan kepadanya lantas saya lepaskan.”

Beliau bersabda: “Sesungguhnya ia berdusta kepadamu dan ia akan kembali lagi.” Kemudian saya jaga benar-benar untuk ketiga kalinya. Tiba-tiba ia datang lagi dengan mengambil segenggam makanan, maka orang itu saya pegang dan berkata: “Sungguh kamu akan saya laporkan kepada Rasulullah saw. Ini adalah perbuatanmu yang ketiga kalinya di mana kamu berjanji untuk tidak akan mengulangi, tapi ternyata kamu mengulangi lagi.”

Ia berkata: “Maafkan saya, sesungguhnya saya ingin memberitahukan kepadamu beberapa kalimat yang mana Allah akan memberi manfaat kepadamu dengan kalimat itu.” Saya bertanya : “Kalimatkalimat apakah itu ?” Ia berkata : “Apabila kamu hendak tidur maka bacalah ayat kursi yang berbunyi : “Allah laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum” sampai akhir ayat.

Seandainya kamu membacanya, niscaya Allah selalu memberi perlindungan dan setan tidak akan datang kepadamu sampai waktu pagi.” Kemudian ia saya lepaskan. Pagi harinya Rasulullahsaw bertanya kepada saya: “Apa yang diperbuat oleh tawananmu pada waktu malam ?”

Saya menjawab: “Wahai Rasulullah, ia memberitahu kepada saya beberapa kalimat yang mana Allah akan memberi manfaat kepada saya dengan beberapa kalimat itu, maka ia saya lepaskan.”

Beliau bertanya: “Kalimat-kalimat apakah itu ?” Saya berkata: “Apabila kamu hendak tidur maka bacalah ayat kursi dari awal sampai selesai, yaitu ayat: “Allah laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum.” Niscaya Allah akan selalu memberi perlindungan kepadamu dan setan tidak akan datang kepadamu sampai waktu pagi.”

Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya ia berkata benar kepadamu, walaupun ia adalah pendusta. Tahukah kamu siapakah yang datang kepadamu selama tiga malam itu wahai Abu Hurairah ?” Saya menjawab: “Tidak.” Beliau bersabda: ”Itu adalah setan.”(HR.Bukhari)

Baca juga: Biografi Nabi Muhammad, Nabi Paling Mulia Dan Pembawa Syariat Terakhir

Maksud Terlindung Dari Syetan

Rasulullahsaw bersabda: “Orang yang membaca 4 ayat pertama surah Al Baqarah dan ayat kursi dan 3 ayat terahir  syetan pun lari keluar dari rumahnya.” 

Maksudnya adalah didalam ayat-ayat ini terdapat intisari ajaran Islam. Di dalam ayat-ayat pertama surah Al-Baqarah tergambar praktek kehidupan yang bersih, di dalam ayat kursi terdapat sifat-sifat Allah Taala dan didalam 3 ayat terahir Al-Baqarah terdapat do’a-do’a yang mensucikan hati.

Sehingga 3 hal ini,  pertama, mentaati kalam Ilahi menimbulkan amal baik. Kedua, merenungkan sifat sifat Ilahi. Ketiga, sibuk memanjatkan doa dan bersujud di singgasana Ilahi. Bila ketiga hal tersebut bersatu maka hati manusia menjadi suci bersih dan syetan akan lari.

Baca juga: Mengapa Ketika Shalat Harus Menghadap Kabah?


0 Komentar

Tinggalkan Balasan