Al Baqarah Ayat 257, Tentang Tidak Ada Paksaan Dalam Agama

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

al-baqarah-ayat-257-tidak-ada-paksaan-dala-agama

Surah Al Baqarah ayat 257 adalah satu ayat terkenal dalam Al Quran yang menjadi dalil tentang “tidak ada paksaan dalam agama Islam.” Seperti apa tafsir surah Al Baqarah ayat 257 ini, berikut penjelasannya:

Surah Al Baqarah Ayat: 257

“Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya jalan benar itu nyata bedanya dari kesesatan; dan barang siapa menolak ajakan orang-orang sesat dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada suatu pegangan yang kuat dan tak kenal putus. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Penjelasan Singkat Surah Al Baqarah Ayat: 257

Perintah yang terkandung dalam ayat-ayat sebelum ayat 257 ini adalah untuk mengadakan pengorbanan khusus guna kepentingan agama dan memerangi musuh Islam boleh jadi dapat menimbulkan salah pengerian, seakan Allahswt menghendaki kaum Muslimin memakai kekerasan guna menablighkan agama Islam.

Ayat 257 ini melenyapkan salah paham itu, bukan saja melarang kaum Muslimin, dengan kata-kata yang sangat tegas, mempergunakan kekerasan dalam rangka menarik orang-orang bukan Muslim masuk Islam, tetapi memberikan pula alasan-alasan mengapa kekerasan tidak boleh dipakai untuk tujuan itu.

Alasan itu ialah karena kebenaran itu nyata berbeda dari kesesatan, maka tidak ada alasan untuk membenarkan penggunaan kekerasan. Islam itu kebenaran yang nyata.

Kata Thagut dalam ayat ini bisa diartikan, orang yang bertindak melampaui batas-batas kewajaran; iblis; orang-orang yang menyesatkan orang lain dari jalan lurus dan benar; segala bentuk berhala. Kata itu dipakai dalam arti mufrad dan jamak (2:258 dan 4: 61).

Baca juga: Keutamaan Surah Al Baqarah, Surah Terpanjang Dalam Al Quran

Islam Bukan Agama Radikal

Dewasa ini, dunia Barat menuduh bahwa Islam adalah agama kekerasan. Ini benar-benar merupakan tuduhan palsu dan merupakan fitnah yang menjijikkan yang dilancarkan terhadap ajaran Islam.

Islam adalah merupakan agama yang mengajarkan ajaran aman, cinta, kasih-sayang dan solidaritas; dan seberapa banyak terdapat pelajaran-pelajaran Islam yang memberikan perhatian pada hak-hak asasi manusia yang contohnya tidak ada dalam ajaran agama manapun.

Akan tetapi tidak dapat dipungkiri, terdapat sejumlah kelompok-kelompok garis keras dalam Islam yang menampilkan pada dunia idiologi kekerasan. Sehingga dampaknya, ajaran Islam yang begitu indah terlihat sangat mengerikan.

Dan ini bukanlah pengkhidmatan atau pembelaan terhadap Islam, bahkan merupakan langkah yang merusak citra Islam.

Tidak Ada Paksaan Dalam Agama

Terdapat tuduhuan terhadap Islam, bahwa Islam mengajarkan penyebaran agama dengan paksa.  Sebagaimana Allahswt berfirman dalam Al Quran:

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِینَ یُقَاتِلُونَكُمْ

“dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian”;

Maka di sisi lain Allahswt juga berfirman:

لَا إِآْرَاهَ فِي الدِّینِ

“Tidak ada paksaan dalam agama.”

Jadi perintah perang yang terdapat pada ayat diatas bukan untuk tujuan memasukan orang kedalam Islam. Akan tetapi perintah perang itu diberikan kepada umat Islam sebagai cara untuk membela diri dari serangan musuh yang membahayakan.

Kalimatnya sangat jelas dan tegas sekali, Islam tidak melakukan pemaksaan atau kekerasan kepada orang lain agar mereka masuk Islam.

Jadi, Surah Al Baqarah ayat 257 ini dengan jelas menyatakan bahwa dalam perkara agama, Islam tidak hanya sekedar menyatakan itu tidak boleh bahkan di tempat mana ayat ini tertera dari itu juga menjadi jelas bahwa Islam sama sekali menentang pemaksaan.

Jadi kritikan para orientalis sepenuhnya tidak benar bahwa Islam memerintahkan memasukkan orang-orang dari agama lain ke dalam Islam dengan kekuatan pedang.

Pada kenyataannya Islamlah merupakan agama paling pertama yang telah menyajikan ajaran kepada dunia bahwa, setiap orang mendapat kebebasan dalam urusan agama dan,  tidak ada paksaan dalam agama.

Baca juga: Manfaat Bismillahirrahmanirrahiim Ayat Pertama Setiap Surah

Pemahaman Yang Keliru Tentang Islam

Syariat telah mengikat orang munafik dan orang kafir dalam seutas tali. Secara terlanjur kisah-kisah seperti ini telah masyhur bahwa Islam telah disebarkan dengan kekuatan pedang.

Islam tidak bertanggung jawab terhadap perilaku-perilaku para raja dimasa lalu. Inilah kesalahan yang orang-orang Islam telah lakukan bahwa ia telah mengakui keberatan-keberatan (tuduhan-tuduhan) para penentang, padahal Islam merupakan sebuah nama mengimani perkara yang benar dengan akhlak dan kecintaan dari lubuk hati yang dalam. Oleh karena itulah di dalam Islam tidak ada paksaan.

Satu pun tidak ada nampak bukti pada kita bahwa Rasulullahsaw pernah mengislamkan siapapun dengan paksaan dan kekuatan pedang, baik terhadap seseorang, sebuah keluarga, maupun sebuah kabilah.

Betapa jujurnya ungkapan seorang Orientalis, Sir William Muir bahwa dari ribuan orang-orang Islam kota Madinah seorang pun tidak ada yang dimasukkan ke dalam Islam dengan paksaan, dan di Makkah pun inilah sikap dan perlakuan Rasulullahsaw yang nampak pada kita.

Bahkan, dari segi penelitian dan sejarah-sejarah raja-raja besar (Mahmud Gaznawi, Sultan Silahuddin, Aurangzeb dan lainya ) tidak terdapat satupun contoh bahwa mereka itu telah memasukkan seseorang dalam Islam dengan paksa.

Bahkan saat para raja Islam itu berkuasa, terdapat pengikut agama-agama lain yang mendapat kedudukan-kedudukan penting dalam pos-pos pemerintahan mereka.

Jadi betapa besarnya bukti bahwa orang-orang Islam selain ekspansi untuk tujuan pemerintahan, mereka tidak pernah mengangkat pedang untuk pengembangan Islam.

Jadi, Surah Al Baqarah Ayat 257 ini merupakan argumentasi yang jelas bahwa Islam memberi kebebasan kepada para pengikut agama-agama, bahkan terdapat perintah yang jelas untuk berbuat baik kepada mereka.

Contoh Teladan Dimasa Rasulullah

Terdapat salah satu contoh dimasa Rasulullahsaw, ketika suku Yahudi, Banu Nadhir dikeluarkan dari Madinah maka di antara mereka terdapat pula anak-anak dari kaum Anshar. Orang-orang Anshar ingin menahan mereka tetapi Rasulullahsaw sesuai dengan ajaran bahwa di dalam agama tidak ada paksaan, Rasulullahsaw melarang mereka dari itu.

Dan anak-anak Anshar ini berada pada orang-orang Yahudi seperti itu karena pada zaman Jahiliyah jika seseorang tidak mempunyai anak laki-laki maka mereka melakukan nadzar bahwa “jika saya mempunyai anak laki-laki maka saya akan menjadikannya Yahudi”, maka dengan demikian pada saat kelahiran anak mereka menyerahkan anak-anak mereka kepada orang-orang Yahudi.

Nah, inilah merupakan ajaran indah Islam bahwa, anak kesayangan apabila sekali kalian telah berikan kepada seseorang dan apabila dia memasukkannya ke dalam agamanya maka kemudian tidak bisa dikembalikan dengan paksa.

Kemudian terdapat juga contoh seperti ini yang tidak akan pernah terlihat misalnya di dunia bahwa apa yang telah terjadi pada perdamaian Hudaibiyah.

Tatkala atas dasar persyaratan yang sangat ketat dan keras orang-orang Islam mulai merasakan mereka dihinakan dan sejumlah mereka menampakan juga bahwa mereka tidak menerima syarat-syarat itu. Tetapi Rasulullahsaw yang merupakan sosok yang sepenuhnya berpegang pada keyakinan bahwa kemenangan akan akan menjadi milik ummat Islam.

Seperti itulah kenyataanya, Islam meraih kemenangan sesuai dengan janji Allah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.

Kepada para sahabat juga Rasulullahsaw memberikan pelajaran bahwa kemenangan Islam bukanlah dengan peperangan bahkan dengan perdamaian dan dengan mengamalkan segenap ajaran Islam.

Pada zaman ini juga inilah yang akan terjadi, kemenangan dan kejayaan Islam akan diraih kembali namun bukan dengan tangan besi atau dengan kekerasan. Akan tetapi dengan karunia Allahswt dan dengan mengamalkan hukum-hukum-Nya, oleh karena itu tidak ada paksaan dalam agama Islam.

Baca juga: Surah Al Baqarah Ruku Terakhir, Ayat: 285-287

Peperangan Dalam Islam

Akibat sudah lamanya berlangsung zaman kejayaan dan kekuatan, dan kejayaan Islam berlangsung berabad-abad dan daerah-daerah taklukannya sampai sedemikian jauh, oleh karena itu sebagian orang menganggap bahwa Islam tersebar dengan paksaan. Hal itu sangat tidak benar.

Peperangan-peperangan yang terjadi dimasa awal Islam adalah sebagai langkah pembelaan. Yakni, orang-orang yang tengah berderap maju untuk menghapuskan Islam dengan mereka dilakukan peperangan untuk menciptakan kebebasan atau merupakan upaya pembelaan diri.

Rasulullahsaw dan para khalifah beliau tidak pernah melakukan peperangan kecuali untuk tujuan membela diri dan meraih kebebasan. Bahkan, Islam sedemikian bersabar menahan kezhaliman bangsa-bangsa lain yang mana tidak pernah ada contoh semacam itu.

Tidak pernah ada dalam ajaran Islam bahwa Islam yang memulai peperangan. Karena orang-orang kafir memerangi Islam, maka Allahswt memberi izin peperangan itu, Allahswt sendiri yang membertahukan bahwa karena umat Islam dianiaya.

Setiap undang-undang memberikan izin kepada orang teraniaya untuk melawan demi untuk membela jiwanya yang terancam.

Islam merupakan samudera mukjizat. Allahswt tidak pernah melakukan paksaan dan sedikitpun tidak perlu paksaan, sehingga tidak ada paksaan dalam agama.

Rasulullahsaw mengangkat pedang bukan untuk memaksa orang-orang masuk Islam. Peperangan Rasulullahsaw dan para Sahabah adalah supaya menghindrkan diri mereka dari serangan orang-orang kafir dan supaya keamanan dapat ditegakkan. Dan orang-orang yang ingin menghalangi agama dengan pedang supaya mereka dapat disingkirkan.

Semua orang Islam sejati yang telah berlalu dari dunia ini tidak pernah berakidah bahwa Islam seyogianya disebarkan dengan pedang, tetapi Islam senantiasaa berkembang dengan keindahannya sendiri. Kemenangan Islam akan dia tegakkan atas setiap agama dengan hujjat dan keterangan.

Sumber: Khutbah Jumat Hadhrat Mirza Masroor Ahmad. Tanggal 20-6-2003 di Masjid Fadhal, London.  

Baca juga: Surah Al Baqarah Ayat: 1-5, Terjemah Dan Tafsir Singkat


0 Komentar

Tinggalkan Balasan