Saat ini dunia sedang dihebohkan oleh adanya virus Corona, yang pertama kali muncul di Wuhan, China. Virus baru ini telah mewabah, menjangkiti ribuan orang dan telah menewaskan ratusan orang dalam waktu yang singkat.

Sebenarnya, sebelum virus Corona muncul, banyak virus mematikan lainnya ada di dunai sejak ribuan tahun yang lalu, dan hingga saat ini masih ada.

Berikut ini adalah 7 virus paling mematikan di dunia:

1. Virus Cacar

Virus Cacar sudah ada sejak 11 ribu tahun lalu di India dan masih ada hingga saat ini, menjangkiti manusia, biasanya anak-anak. Salah satu virus paling mematikan di dunia yang telah membunuh paling banyak manusia dibanding virus lain dalam sejarah. Virus ini  menyebar melalui udara. Bisa dicegah dengan vaksin anti cacar, pengobatan intensif sekitar seminggu.

Baca juga: Krisis Coronavirus: Refleksi tentang Islam dan Kebersihan

2. Virus Influenza

Virus Inluenza telah ada sejak zaman Yunani kuno, menewaskan juta orang dan hingga saat ini diperkirakan 500 ribu orang tewas per tahun di seluruh dunia.

Virus ini menyebar melalui udara. Dapat dicegah dengan vaksin flu dan obatnya sudah banyak tersedia. Virus influenza dapat diinaktivasi oleh sinar matahari, disinfektan, dan deterjen. Sering mencuci tangan akan mengurangi risiko infeksi karena virus dapat diinaktivasi dengan sabun.

3. Virus Rabies

Penyakit Rabies atau anjing gila diperkirakan telah ada sejak 4000 tahun yang lalu di Mesopotamia kemudian menyebar ke seluruh dunia. Virus ini tergolong fatal karena langsung menyerang otak dan sistem saraf manusia, jika tidak segera ditangani hampir dipastikan orang yang terkena akan mati. Setiap tahun, diperkirakan 59.000 orang meninggal dunia akibat rabies.

Rabies adalah penyakit infeksi akut pada sistem saraf mamalia (termasuk manusia) yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini sangat mematikan dan bersifat zoonotik atau menular dari hewan ke manusia.

Penularan terjadi akibat partikel virus yang berada dalam air liur hewan terinfeksi berhasil masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan peka, misalnya melalui gigitan. Hewan yang menularkan rabies di antaranya anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Lebih dari 99% kematian manusia akibat rabies disebabkan oleh gigitan anjing.

Baca juga: Langkah-langkah perlindungan dasar terhadap coronavirus baru

4. Virus Ebola

Virus ini pertama kali ditemukan di dekat sungai Ebola di Zaire pada 1976. Salah satu virus yang paling mematikan hingga saat ini. Virus ini diduga bersumber dari kelelawar buah dan primata.

Gejala awal virus ini mirip dengan virus influenza pada umumnya seperti sakit tenggorokan, demam, nyeri otot, dan sakit kepala. Tahap selanjutnya dapat berupa muntah, diare, darah dalam tinja, ruam, dan gangguan ginjal serta hati.

Wabah ini menewaskan banyak orang. Hingga 29 Oktober 2014, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan telah terjadi sebanyak 13.567 kasusa dan 4.922 kematian.  diduga tiga kali lebih tinggi dari kasus yang telah dilaporkan

5. Virus HIV

HIV (Human Immunodeficiency Virus) pertamakali muncul di Afrika Barat dan Tengah dan kini telah menyebar ke seluruh dunia. Virus ini berpindah dari primata ke manusia dalam sebuah proses yang dikenal sebagai zoonosis. Salah satunya merupakan hasil evolusi dari simian immunodeficiency virus yang ditemukan dalam subspesies simpanse.  

Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan AIDS. Virus ini ditularkan melalui kontak fisik, cairan tubuh, dan pada anak yang dikandung. Virus berbahaya ini diketahui telah membunuh jutaan orang setiap tahunnya. Jumlah korban meninggal: 34 juta, termasuk di Indonesia.

Baca juga: Cara Rasulullah Menghadapi Wabah Penyakit

6. Virus Demam Berdara Dengue (DBD)

Virus DBD adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan jenis nyamuk tertentu. Gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; serta nyeri otot dan persendian.

Bentuk pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah dan rendahnya tingkat trombosit darah.

Bentuk kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.

Jumlah kematian yang disebabkan virus ini sangat tinggi karena belum ada vaksin yang bisa menangkalnya. Terdapat beberapa tindakan pencegahan, seperti, melindungi diri dari gigiktan nyamuk, memperkecil habitat nyamuk dan mengurangi jumlahnya.

Apabila seseorang terkena demam dengue, biasanya dia dapat pulih hanya dengan meminum cukup cairan, selama penyakitnya tersebut masih ringan atau tidak parah.

Jika seseorang mengalami kasus yang lebih parah, dia mungkin memerlukan cairan infus atau transfusi darah.

7. Virus Marburg

Virus Marburg pertama kali di temukan di Jerman pada tahun 1967. Marburg tergolong virus yang sangat berbahaya, sehingga menewaskan ribuan orang dan belum ditemukan obatnya.

Orang yang terpapar virus ini mengalami masalah penglihatan, gangguan pendengaran, kelemahan otot, hepatitis dan lainnya.

Virus ini menyebar dengan cara perpindahan virus melalui kontak fisik dengan pejangkit, terpapar udara pertambangan atau gua yang dipenuhi kelelawar Rousettus dalam waktu lama.

Banyak lagi virus-virus lainnya yang sewaktu-waktu bisa muncul dan mewabah. Maka penting bagi setiap orang untuk melakukan pola hidup sehat, bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan tidak lupa berdoa agar Tuhan selau melindungi kita.

Baca juga: Tidak Ingin Terinfeksi Virus Corona, Lakukan 7 Cara Efektif Berikut ini


0 Komentar

Tinggalkan Balasan