7 Tokoh Muslim Pelopor Penerjemah Al-Quran Bahasa Inggris

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

penerjemah-al-quran

Sedianya usaha-usaha untuk menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa asing sudah ada sejak lama, akan tetapi penerjemahan itu dilakukan oleh orang-orang non muslim Eropa. Seperti The Alcoran, terjemahan bahasa Prancis oleh Andrew du Ryer dan The Alcoran of Mohamet dalam bahasa Prancis tahun 1649 oleh Alexander Ross pendeta Raja Charles I.

Terjemahan Al-Quran kedalam bahsa Inggris yang dilakukan oleh sarjana Islam sendiri baru muncul pada abad ke-20.

Berikut ini 7 tokoh muslim pelopor penerjemah Al-Quran dalam bahasa Inggris:

1. Mirza Abdul Fazl

Mirza Abul Fazl (1865-1956), berasal dari Bengal Timur (Bangladesh), kemudian pindah ke Allahabad, India. Gelar PhDnya ia dapatkan di Berlin, Jerman. Beliau seorang Muslim sejati yang banyak memberikan pengorbanan terhadap Islam. Cendekiawan Muslim kontemporer ahli Bahasa Arab dan Sanskerta. Penulis dan penterjemah Al-Quran ke dalam bahsa Bengali dan Hindi, juga Inggris.

Beliua adalah Muslim pertama yang menyajikan terjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Inggris. Terjemahannya disusun sesuai dengan urutan kronologis yang disarankan oleh Theodor Nöldeke. Diterbitkan dalam dua volume pada tahun 1910. Edisi terakhirnya The Quran in English muncul pada tahun 1955, setahun sebelum dia meninggal pada bulan Mei 1956, pada usia 91.

2. Maulana Muhammad Ali

Maulana Muhammad Ali lahir di Murar, Negara Bagian Kapurthala (sekarang di distrik Ludhiana , Punjab, India ) tahun 1874. Ia memperoleh gelar Master of Arts dalam bahasa Inggris dan Sarjana Hukum pada tahun 1899.

Beliau seorang tokoh Islam India yang memiliki pengaruh yang besar dan melahirkan banyak buku hebat. Salah satu karyanya adalah terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Inggris yang terbit tahun 1917. Terjemahannya ini tersebar luas dan memilik pengaruh yang luas dikalangan terpelajar bahkan hingga saat ini, termasuk di Indonesia.

3. Abdullah Yusuf Ali

Abdullah Yusuf Ali (14 April 1872 – 10 Desember 1953) lahir di Bombay, putra Yusuf Ali Allahbuksh, seorang saudagar kaya juga dikenal sebagai Khan Bahadur Yusuf Ali, seorang Syi’ah dalam tradisi Dawoodi Bohra.

Dari sejak anak-anak ia belajar agama dan berhasil menjadi seorang Hafiz Qur’an. Ia adalah intelektual yang sangat dihormati di India. Pernah menjadi kepala Islamia College di Lahore, Pakistan. Ia kemudian pindah ke Inggris hingga akhir hidupnya.  Ia menjadi pengacara dan sarjana Inggris-India yang menulis sejumlah buku tentang Islam.

4. Mirza Bashir-ud-Din Mahmud Ahmad

Hazrat Mirza Bashir-ud-Din Mahmud Ahmad putra Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Jamaah Islam Ahmadiyah yang lahir pada 12 Januari 1889 di Qadian, India.

Selama masa mudanya, ia mendirikan jurnal berjudul Tash’heezul Az’haan.  Pada bulan September 1912 beliau mengunjungi Mesir dan Arab untuk melaksanakan ibadah haji. Kemudian beliau menerbitkan sebuah surat kabar, berjudul Al-Fazl yang terbit hingga saat ini.

Setelah Maulana Hakim Nuruddin (Khlifatul Masi I) wafat, beliau terpilih sebagai penggantinya menjadi Khalifatul Masih II dalam Ahmadiyah.  Beliau menjadi tokoh politik penting di India sebelum kemerdekaan , dan memiliki hubungan dekat dengan kepemimpinan Liga Muslim India. Tahun 1923, beliau berhasil menggagalkan kampanye kaum Arya Samaj yang berambisi meng-Hindukan warga muslim miskin India. Tahun 1931 Komite Seluruh India Kashmir dibentuk untuk pembentukan hak-hak sipil Muslim Kashmir, beliau terpilih sebagai presiden pertamanya. Beliau sangat produktif dalam menulis.

Pada masa kepemipinannya sebagai Khalifah, The English Commentary of the Holy Quran dalam 5 jilid sekitar 3.000 halaman diterbitkan pada tahun 1963, yang dikerjakan oleh dewan penerjemah yang terdiri dari Maulvi Sher Ali , Mirza Bashir Ahmad dan Malik Ghulam Farid, dengan Pendahuluan oleh Hazrat Mirza Bashir-ud-Din Mahmud Ahmad sendiri.

Baca juga: Hazanah Al-Qur’an: Kisah Nabi Musa as Membelah Lautan

5. Khadim Rahmani Nuri

Tidak banya informasi yang didapat mengenai kehidupan dan karya-karya Khadim Rahmani Nuri, selain beliau berasal dari Shillong, India.

Beliau dikenal sebagai penerjemah Al-Qur’an. The Running Commentary dari Holy Qur-an with Under-Bracket Comments (1964). Dimana salinannya hanya dapat ditemukan di perpustakaan Kongres, Amerika Serikat. Dan sulit untuk mendapatkannya di tempat lain.

Baca juga: Hazanah Al-Qur’an: Kisah Nabi Musa as dan Tongkatnya

6. Chaudhry Muhammad Zafrulla Khan

Chaudhry Muhammad Zafarullah Khan KCSI atau dikenal juga Sir Muhammad Zafrullah Khan (6 Februari 1893 – 1 September 1985) lahir di Sialkot, India. Ayahnya bernama Nasrullah Khan salah satu murid dan sahabat Hazrat Mirza Ghulam Ahmad pendiri Jamaah Islam Ahmadiyah.  

Sir Zafrullah Khan seorang ahli hukum dan diplomat Pakistan yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pertama Pakistan. Orang Asia pertama dan satu-satunya orang Pakistan yang memimpin Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda.

Beliau juga menjabat sebagai Presiden Majelis Umum PBB. Selama berada di PBB, ia juga mewakili dan membela Palestina dengan penuh kegigihan, beliau juga mewakili Pakistan di Dewan Keamanan PBB di mana ia mengadvokasi pembebasan Kashmir yang diduduki, Libya , Irlandia Utara , Eritrea , Somalia , Sudan , Tunisia , Maroko , dan Indonesia. Dan masih banyak lagi prestasi dan jasa beliau bagi negerinya, bagi Islam dan kemanusiaan.

Beliau juga seorang penulis yang melahirkan karya-karya hebat, salah satunya adalah terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Inggris yang diterbitkan tahun 1970 oleh Curzon Press Ltd: London.

Baca juga: 7 Terjemah Al-Quran Best Sellers di Amazon

7. Hasim Amir Ali

Hashim Amir Ali  (8 Mei 1903 – 1987), putra Ahmed Ali Khan dan Fatima Bagum, asli Hyderabad , Andhra Pradesh, India.

Memiliki karir yang bervariasi dan terhormat di bidang akademik dan pemerintahan, termasuk tiga tahun bekerja sama dengan pemenang Nobel Rabindranath Tagore .

Beliau juga seorang sarjana dan penulis Islam. Memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas tentang Al-Qur’an. Dia mencurahkan lebih dari tiga puluh tahun dalam menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Inggris. Terjemahannya disusun sesuai dengan urutan kronologis turunnya wahyu Al-Quran, yang terbit pada tahun 1974 dengan judul, The Message of the Qur’an: Presented in Perspective.

Menerjemahkan Al-Qur’an kedalam beragam bahasa di dunia merupakan pekerjaan yang sangat besar dan mulia, sehingga Al-Qur’an bisa dimengerti dan dipahami oleh umat manusia di seluruh dunia, karena kenyataanya masih sangat banyak orang yang tidak tahu dan tidak mengerti isi kandungan Al-Qur’an karena kendala bahasa.

Baca juga: 7 Aplikasi Al-Qur’an Terbaik di Android


0 Komentar

Tinggalkan Balasan