7 Tempat Paling Bersejarah Di Yerusalem

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

yerusalem

Yerusalem merupakan salah satu kota tertua dan paling berpengaruh di dunia. Kota ini dianggap suci oleh tiga agama besar, Islam, Kristen, dan Yahudi. Sehingga satu sama lain saling mengklaim kepemilikan dari Yerusalem.

Apa saja keistimewaan dari Yerusalem sehingga kota ini menjadi rebutan umat Islam, Kristen dan Yahudi. Berikut ini 7 tempat paling bersejarah yang ada didalamnya:

1. Masjidilaqsa

Masjidilaqsa atau Masjid Al-Aqsa, artinya Masjid Terjauh, juga disebut dengan Baitulmaqdis (Rumah Suci), Al Haram Asy Syarif‎ (Tanah Suci yang Mulia) atau Al-Ḥaram al-Qudsi asy-Syarif (Tanah Suci Yerusalem yang Mulia). Dalam bahasa Ibrani disebut Beit HaMikdash atau Har HaBáyit (Bukit Bait atau Bukit Kuil).

Masjidilaqsa bukanlah nama sebuah bangunan masjid, melainkan nama sebuah kompleks seluas 144.000 meter persegi yang berada di Kota Lama Yerusalem.

Di dalam kompleks tersebut terdapat Jami’ Al-Aqsha atau Masjid Al-Qibli, Kubah Shakhrah (berkubah emas), Mushalla Al-Marwani, Kubah Al-Mi’raj, Kubah As-Silsilah, Kubah An-Nabi, dan bangunan-bangunan lainnya.

Kompleks ini disucikan oleh umat Islam, Yahudi, dan Kristen. Masjidilaqsa pernah menjadi kiblat umat Islam selama tujuh belas bulan setelah hijrah sampai kemudian dialihkan ke Ka’bah. Sedangkan menurut kepercayaan Yahudi, tempat yang sekarang menjadi Masjidilaqsa dipercaya menjadi tempat berdirinya Bait Suci pada masa lalu.

Pihak Israel dan Palestina masing-masing menyatakan sebagai pihak yang lebih berhak dalam mengelola Masjidilaqsa, dan ini menjadi salah satu titik permasalahan utama Konflik Arab-Israel.

Israel membatasi dengan ketat siapa yang boleh dan tidak boleh memasuki kompleks Masjidilaqsa bahkan untuk warga Palestina sendiri.

Baca juga: 7 Tempat Bersejarah Yang Istimewa Di Makkah

2. Kubah Shakhrah

Kubah Shakhrah atau Dome of the Rock (Kubah Batu) adalah sebuah bangunan persegi delapan, berkubah emas dengan diameter kubahnya sekitar 20 meter, terletak di tengah kompleks Masjidilaqsa.

Di dalam kubah ini terdapat batu Ash-Shakhrah yang menjadi tempat suci bagi umat Yahudi dan umat Islam.

Diperkirakan Kubah Shakhrah dibangun pada masa pemerintahan Khalifah Abdul Malik dan putranya, Al Walid I. Kubah Shakhrah mulai dibangun pada 687 dan selesai pada tahun 70 H (691-692 M).

Antara tahun 1992 sampai 1994, pemerintah Yordania melapisi Kubah Shakhrah dengan 5.000 pelat emas.

Bangunan ini terkadang disalahartikan dengan Masjidilaqsa. Masjidilaqsa adalah nama dari keseluruhan kompleks tersebut, sedangkan Kubah Shakhrah adalah salah satu bangunan yang berdiri di kompleks tersebut

Baca juga: 7 Masjid Indah Yang Ada Di Jepang

3 Al-Jami’ al-Aqsha

Al-Jami’ al-Aqsha atau Masjid Al-Qibli adalah sebuah masjid yang terdapat dalam kompleks Masjidilaqsa bagian selatan dengan ciri khas kubah timahnya yang berwarna abu-abu.

Al-Jami’ al-Aqsha sering dianggap sebagai Masjidilaqsa itu sendiri, walaupun sesungguhnya nama Masjidilaqsa merujuk kepada keseluruhan kompleks yang di dalamnya terdapat beberapa bangunan penting.

Al-Jami’ al-Aqsha pertama kali dibangun pada masa Umar bin Khaththab, meskipun beberapa pendapat menyatakan bahwa masjid ini dibangun pada masa Kekhalifahan Umayyah. Sempat mengalami beberapa kali kehancuran yang diakibatkan oleh gempa, kemudian khalifah Fatimiyyah Ali azh-Zhahir membangun kembali masjid ini yang masih tetap berdiri hingga kini.

Baca juga: 7 Masjid Indah dan Terkenal di London Inggris

4. Masjid Umar

Masjid Umar adalah salah satu masjid yang berdiri di Kota Lama Yerusalem. Letak masjid ini berada di sebelah selatan Gereja Makam Kudus dan berada di Wilayah Kristen di Yerusalem.

Masjid ini dibangun oleh Sultan Al Afdal, putra Sultan Shalahuddin Al Ayyubi masa kekuasaan Dinasti Ayyubiyah pada abad ke-12, dan selesai dibangun pada tahun 1193.

Masjid ini dibangun untuk mengenang pengambilalihan kepemimpinan Yerusalem oleh Khalifah Umar bin Khaththab yang terjadi pada tahun tahun 638 M.

Patriark Gereja Makam Kudus, Sophronius, menyerahkan kota Yerusalem kepada Khalifah Umar Bin Khattab, Tanpa pertumpahan darah dan tidak ada pembunuhan oleh tentara Islam. Barang siapa yang ingin meninggalkan Yerusalem dengan segala harta benda mereka, dibenarkan berbuat demikian. Barang siapa yang ingin terus tinggal dijamin keselamatan nyawa, harta benda, dan tempat beribadah mereka. Semua ini terdapat dalam Perjanjian Umariyya.

Baca juga: 7 Kisah Pengusaha Sukses yang Benar-benar Menginspirasi

5. Tembok Ratapan

Bait Allah, Bait Suci Rumah Suci atau Kenisah adalah sebutan untuk pusat peribadahan bangsa Israel di Yerusalem pada zaman kuno, yang terletak di Bukit Bait Suci. Lokasinya berada di Masjidilaqsa saat ini.

Bait Allah dibangun oleh Nabi Sulaiman (Salomo) sekitar abad ke-10 SM untuk menggantikan “Kemah Suci” yang dibangun Nabi Musa. Bangunan ini dihancurkan oleh bangsa Babel di masa Nebukadnezar pada tahun 586 SM. Kemudian, Bait Suci Kedua dibangun setelah bangsa Yahuda kembali dari pembuangan di Babel, sekitar tahun 536 SM, pembangunan selesai pada 12 Maret 515 SM.

Kemudian sekitar tahun 19 SM, Herodes melakukan renovasi dan perluasan Bait Suci. Namun, pada tahun 70 M Bait Suci itu dihancurkan oleh pasukan-pasukan Romawi pada masa Kaisar Titus. Penghancuran total itu hanya menyisakan satu buah tembok, tembok itulah yang kini dikenal sebagai “Tembok Ratapan”.

Tembok ini dulunya dikenal hanya sebagai Tembok Barat, tetapi kini disebut Tembok Ratapan yang dianggap paling suci oleh orang Yahudi. Panjang tembok ini aslinya sekitar 485 meter, dan sekarang sisanya hanyalah 60 meter.

Hingga saat ini  orang Yahudi terus berdoa di Tembok Ratapan dengan membenturkan kepala mereka ke tembok itu, agar Allah menolong mereka dari penjajahan Romawi, menurunkan Juru Selamat dan dapat membangun kembali Bait Suci.

Baca juga: 7 Orang Terkaya di Dunia yang Paling Dermawan

6. Gereja Makam Kudus

Gereja Makam Kudus juga terdapat di Kota Lama Yerusalem. Gereja ini diyakini oleh umat Kristen sebagai Golgota, tempat Yesus disalibkan, kemudian di turunkan dari salib dan dimasukkan kedalam sebuah makam. Setelah tiga hari ternyata makam itu kemudian kosong, Yesus sudah tidak ada.

Gereja ini dikelola bersama oleh beberapa komunitas Gereja Kristen Tradisional seperti Gereja Katholik Roma, Gereja Ortodoks Yunani, Gereja Ortodoks Siria, dan Gereja Ortodoks Etiopia.

Umat Kristen meyakini Gereja Makam Kudus merupakan tempat yang sangat suci, selain situs Gereja Kelahiran Yesus di Kota Betlehem, Palestina dan situs Gereja Keluarga Suci di Kota Nazaret, Israel Utara. Gereja ini menjadi tujuan peziarahan Kristen sejak abad ke-4. Ribuan umat Kristen dari seluruh penjuru dunia mengunjunginya.

Baca juga: 7 Virus Paling Mematikan di Dunia

7. Via Dolorosa

Via Dolorosa yang artinya, Jalan Kesengsaraan atau Jalan Penderitaan adalah sebuah jalan di Kota Yerusalem Kuno. Jalan ini diyakini adalah jalan yang dilalui Yesus sambil memanggul salib menuju Kalvari atau Bukit Golgota tempat Yesus disalib.

Kini, Jalur yang berkelok-kelok dari benteng Antonia ke arah barat menuju Gereja Makam Kudus— berjarak sekitar 600 meter (2000 kaki)— menjadi tujuan utama para peziarah.

Jalur yang sekarang ini ditetapkan sejak abad ke-18, menggantikan berbagai versi sebelumnya. Sekarang jalan ini ditandai dengan 9 titik salib dengan lima titik salib terakhir berada di dalam Gereja Makam Kudus, sehingga seluruhnya adalah 14 titik salib.

Itulah 7 tempat paling bersejarah yang ada di Yerusalem. Seandainya konflik mengenai Yerusalem ini terselesaikan bisa jadi akan tercipta kedamaian di seluruh dunia, mungkin.

Baca juga: 7 Aplikasi Al-Qur’an Terbaik di Android


0 Komentar

Tinggalkan Balasan