Makkah Al-Mukarramah merupakan kota suci utama umat Islam yang selalu dikunjungi jutaan Muslim dari seluruh dunia. Setiap Muslim pasti mendambakan untuk mengunjunginya, utamanya untuk melaksanakan ibadah Haji.

Selain Ka’bah dan Masjid Haram beserta tempat-tempat penting yang ada di dalamnya sebagai tujuan utama untuk dikunjungi, berikut ini 7 tempat penting lainnya yang sayang dilewatkan saat ada di Makkah.

1. Gua Tsur

Gua Tsur merupakan sebuah gua kecil dengan dua pintu masuk di bagian depan dan bagian belakangnya. Gua ini terletak di bagian atas Gunung Tsur (Gunung Banteng), kira-kira tujuh kilometer sebelah selatan distrik Al-Misfalah, Makkah. Tingginya  sekitar 1.405 m (4.610 kaki). Gua Tsur selalu ramai dikunjungi, utamanya pada saat musim haji.

Gua ini menjadi istimewa karena, Rasullah saw dan Abu Bakr Siddiq pernah bersembunyi di dalamnya saat dikejar oleh orang-orang kafir Quraisy yang hendak membunuhnya dalam perjalanan hijrah menuju Madinah.

Baca juga: 7 Masjid Indah Yang Ada Di Jepang

2. Gua Hira

Gua Hira berada di tebing setinggi 200 meter yang curam dari Gunung Nur. Letaknya sekitar 3,2 km sebelah utara Makkah. Gua Hira sendiri memiliki panjang 3,7 m, lebar 1,60 m dan tingginya sekitar 270 m.

Untuk menuju ke gua Hira harus menyiapkan fisik yang prima dan extra hati-hati, karena harus mendaki tebing yang curam dan berbatu dari Gunung Nur.

Keistimewaan Gua Hira adalah merupakan tempat favorit bagi Rasulullah saw sejak sebelum kenabian sebagai tempat untuk menyendiri dan merenung. Dan akhirnya di Gua Hira Rasulullah saw menerima wahyu pertama dari Allah Ta’ala melalui malaikat Jibril.

Baca juga: 7 Masjid Indah dan Terkenal di London Inggris

3. Masjid Hudaibiya

Masjid Hudaibiya berada di sisi barat Makkah, letaknya berada 22 kilometer di perbatasan Kota Mekah menuju Jeddah. Meskipun ukurannya kecil, masjid ini merupakan salah satu tempat miqat favorit bagi jamaah haji yang akana melaksanakan ihram.

Masjid Hudaibiya menjadi istimewa karena dibangun di atas lokasi bersejarah, dimana di tempat itu pada bulan Dzulqa’dah 6 Hijriah atau 628 M, Rasulullah saw menandatangani perjanjian dengan pihak kafir Quraisy. Perjanjian itu kemudian dikenal sebagai Perjanjian Hudaibiya.

Meskipun dianggap lebih merugikan pihak Islam, namun dengan disepakatianya perjanjian itu, umat Islam berhasil meraih banyak kemajuan, seperti jumlah orang-orang yang masuk Islam bertambah banyak.

Baca juga: Belajar Sejarah dari 7 Bangunan Masjid di Spanyol

4. Kota Ta’if

Ta’if  merupakan kota terbesar ke-5 di Arab Saudi, terletak pada ketinggian sekitar 1.700 m di lereng Pegunungan Sarawat. Saat musim panas orang-orang akan pergi ke Ta’fi untuk menghindari udara panas menyengat dan menikmati udara yang sejuk.

Kota ini merupakan daerah pertanian anggur, delima, ara, madu dan bunga mawar, sehingga Taif dikenal sebagai “Kota Mawar”.

Kota Ta’if mengingatkan kita akan perjuangan Rasulullah saw dalam menyampikan tabligh Islam kepada penduduk Tai’f. Akan tetapi mereka menolaknya,  bahkan mereka menganiaya Rasulullah saw. Orang-orang gelandangan dan anak-anak nakal mereka lepaskan supaya mereka melempari beliau dengan batu dan mengusir beliau ke luar kota, hingga beliau mendapat luka-luka.

Malaikat turun ke hadapan beliau saw dan bertanya, apa beliau saw menghendaki penganiaya-penganiaya itu dibinasakan. Rasulullah tetap berlakuk kasih sayang kepada para penganiayanya, “Jangan”, jawab Rasulullah saw, “Aku mengharapkan justru dari penganiaya-penganiaya itu akan lahir mereka yang akan beribadah hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa” (Bukhari, Kitab Bad’al-Khalq). Dan hal itu benar terjadi, penduduk Tai’f kemudian beriman.

Baca juga: 7 Aplikasi Al-Qur’an Terbaik di Android

5. Masjid Al-Baiah

Masjid Al-Baiah disebut juga sebagai Masjid Bani Aqabah yang terletak di bawah Wadi Mina, 300 meter dari tempat Jumrah Aqabah, sebelah kanan dari jembatan jamarat. Masjid ini dibangun oleh Khalifah Al-Mansur pada tahun 144 H.

Lokasi dimana Masjid Al-Baiah berdiri merupakan tempat bersejarah dalam perkebangan Islam di masa awal. Di tempat itulah dilaksanakannya dua kali pembaiatan dari orang-orang Madinah yang datang beribadah haji ke Mekkah. Dengan baiatnya mereka terbukalah jalan bagi tersebarnya Islam di Madinah. Peristiwa baiat itu kemudian dikena sebagai Baiat Aqabah Pertama dan Baiat Aqabah Kedua.

Baca juga: 7 Kisah Pengusaha Sukses yang Benar-benar Menginspirasi

6. Syi’b Abu Thalib

Syi’b atau Lembah Abu Thalib, terletak di antara dua gunung,  Abu Qubais dan Khandamah. Sebelumnya, lembah ini merupakan milik Abdul Muththalib. Berada di sebelah timur Ka’bah, di samping Syi’ibi Bani Amar dan terletak setelah Mas’a. Karena terletak dekat dengan Ka’bah, Syi’ibi ini merupakan tempat yang paling strategis. Syi’ibi Abu Thalib merupakan tempat kelahiran Rasulullah saw.

Sekarang ini, lembah itu dikenal dengan nama Suq al-Lail dan tempat-tempat lain telah menjadi komplek haram karena adanya perluasan dan merupakan tempat istirahat para jemaah haji.

Ketika para peziarah keluar dari Masjidil Haram dari pintu al-Abbas, pintu al-Salam dan melewati Mas’a maka akan sampai ke tempat terbuka dibawah gunung Abu Qubais yang sudah beraspal.

Di lokasi itulah pada tahun ke-7 kenabian (Bi’tsah), Rasulullah saw, keluarga beliau saw dan kaum Muslimin mengalami penderitaan yang hebat akibat boikot yang dilakukan oleh kaum kufar Mekkah selama 3 tahun lamanya. Mereka dilarang melakukan jual beli dan melakukan hubungan apapun dengan pendududuk Makkah.

Baca juga: 7 Orang Terkaya di Dunia yang Paling Dermawan

7. Makam Ummul Mu’minin Maimunah rah

Makam Ummul Mu’minin Maimunah radiAllahu ‘anha berada di dekat gerbang pengecekan imigrasi (check point) kota Jummum, di jalur antara Mekkah – Madinah, di daerah Nawariah, Mekkah.

Tempat Maimunah rah dimakamkan itu mungkin nampak biasa-biasa saja, tapi bagi Maimunah rah itu tempat yang sangat istimewa. Di tempat itulah dalam sebuah tenda di padang pasir, beliau dan Rasulullah saw berjumpa untuk pertamakalinya setelah mereka melangsungkan pernikahan.

Pada malam sebelum Maimunah wafat dalam usia delapan puluh tahun, beliau berpesan supaya dimakamkan di tempat itu. Tempat pertamakali beliau berjumpa dengan Rasulullah saw setelah pernikahan. [madj]

Baca juga: 7 Tokoh Muslim Pelopor Penerjemah Al-Qur’an Bahasa Inggris


4 Komentar

@dianpur · 7 Mei 2020 pada 8:31 pm

Masya Allah.

    admin · 7 Mei 2020 pada 7:53 pm

    Terima kasih

morishige · 7 Mei 2020 pada 2:53 pm

Gua hira ternyata kecil banget…

    admin · 7 Mei 2020 pada 4:51 pm

    Ya, serupa celah atau rongga di atas bukit

Tinggalkan Balasan