Pada masa jahiliyah namanya Kota Yathrib, setelah Rasulullah saw hijrah namanya berubah menjadi al-Madina-tu n-Nabi atau al-Madinah an-Nabawiyah (kota Nabi) atau al-Madinatu l-Munawwarah (kota yang bersinar). Juga dikenal sebagai Thaibah. Dan kini populer sebagai Kota Madinah.

Kota Madinah merupakan kota suci kedua bagi Umat Islam setelah Kota Makkah, yang memiliki sejarah panjang dan keutamaan-keutamaan, juga tempat-tempat bersejara. Berikut ini kami pilihkan 7 lokasi paling bersejarah dan istimewa yang ada di Kota Madinah.

1. Masjid Quba

Saat Rasulullah saw hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau memutuskan untuk singgah sementara waktu di Quba, sebuah kampung dekat Madinah. Ditempat itu Rasulullah saw kemudian membangun sebuah masjid yang sangat sederhana itulah Masjid Quba. Setelah 14 hari tinggal di Quba, beliau saw kemudian berangkat ke Madinah.

Setelah tinggal di Madinah, Rasulullah saw rutin menginjungi Masjid Quba setiap hari Sabtu untuk menunaikan Shalat. Beliau saw bersabda, “Barangsiapa telah bersuci di rumahnya (berwudhu), kemudian mendatangi Masjid Quba lalu shalat dua rakaat, maka baginya sama dengan pahala umrah” (Ibnu Majah).

Kini Masjid Quba dibangun dengan megah dan memiliki 19 pintu. Dari 19 pintu itu terdapat tiga pintu utama. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan.

Baca juga: 7 Tempat Bersejarah Yang Istimewa Di Makkah

2. Masjid Nabawi

Ketika Rasulullah saw pertama kali sampai di Madinah pada peristiwa Hijrah, beliau saw kemudian membeli sebidang tanah kepunyaan dua bersaudara Sahl dan Suhail bin Amr, anak-anak yatim suku Banu Najjar. Di atas tanah itulah kemudian dibangun masjid, yang hingga kini masjid itu dikenal sebagai Masjid Nabawi (Masjid Nabi saw).

Itulah Masjid Nabawi yang dindingnya dari tanah, atapanya dari pelepah daun kurma dan berlantaikan tanah. Rasulullah saw dengan tangan beliau saw sendiri ikut membangunnya, kemudian kediaman beliau saw bersama keluarga juga dibangun menyatu dengan masjid itu.

Di masjid yang sangat sederhana itulah Rasulullah saw mengimami salat dan berdoa, juga tempat  Umat Islam beribadah, berkumpul untuk menerima ta’lim dan tarbiyat dari Rasulullah saw. Saat akhirnya beliau saw wafat, beliau dimakamkan di dalam kamar tempat tinggal beliau bersama Ummul Mu’minin Aisyah rha, kemudian juga Abu Bakr Siddiq. Begitu juga Umar bin Khattab yang dimakamkan tidak jauh dari tempat itu.

Masjid Nabawi kini menjadi salah satu masjid terbesar yang ada di dunia. Dan tempat paling suci kedua bagi Umat Islam setelah Masjidil Haram di Kota Makkah.

Baca juga: 7 Masjid Indah Yang Ada Di Jepang

3. Gunung Uhud

Gunung Uhud terletak sekitar 4 kilometer di utara al-Masjid al-Nabawi, Madinah dengan ketinggian sekitar 457 m. Terbentuk dari batu granit warna merah yang memanjang dari tenggara ke barat laut dengan panjang tujuh kilometer dan lebar hampir tiga kilometer. Gunung ini adalah gunung terbesar dan tertinggi di Madinah.

Gunung Uhud merupakan saksi bisu terjadinya pertempuran antar Umat Islam dengan kaum kufar Qurayis Makkah, yang terjadi pada tanggal 23 Maret 625 Masehi. Sehingga pertempuran itu kemudian dikenal sebagai Perang Uhud.

Damal pertempuran itu 70 orang Sahabat Nabi saw gugur. Mereka kemudian dimakamkan di kaki gunung bagian selatan, di antara Gunung Uhud dan Bukit Rumat. Mereka yang gugugr diantaranya, Hamzah bin Abdul Muthalib (Paman Nabi), Mushab bin Umair, Amru bin al-Jamuh dan Abdullah bin Amr bin Haram.

Baca juga: 7 Masjid Indah dan Terkenal di London Inggris

4. Masjid Qiblatain

Pada permulaan Islam, sebelum ada perintah penghadap ke Ka’bah, salat dilakukan dengan menghadap ke arah Baitul Maqdis di Yerusalem.

Kemudian pada tahun kedua Hijriyah, tepatnya hari Senin bulan Rajab, saat Rasulullah saw tengah salat dhuhur dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsha, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al-Baqarah ayat 144, yang memerintahkan Umat Islam untuk salat menghadap ke Masjidil Haram.

Peristiwa ini terjadi di Masjid Bani Salamah atau sekarang lebih dikenal sebagai Masjid Qiblatain (masjid dua kiblat).

Masjid Qiblatain awalnya dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.

Baca juga: 7 Orang Terkaya di Dunia yang Paling Dermawan

5. Jannatul Baqi

Jannatul Baqi (Taman Syurga) juga dikenal dengan nama Baqi al-Gharqad, karena dulunya di tempat itu banyak pohon Garqhadnya. Merupakan tempat peristirahatan terakhir anggota keluarga dan para Sahabat Nabi saw. Letaknya berseberangan dengan Masjid Nabawi.

Di pemakaman ini banyak keluarga dan sahabat Rasulullah saw yang dimakamkan, diantaranya adalah, Ummahatul Mu’minin (Ibu dari orang yang beriman) para istri Nabi saw, seperti Aisyah, Hafsah dan Saudah; Putra putri Nabi saw, Fatimah az-Zahra, Ruqayyah, Zainab, Ummi Kultsum dan Ibrahim; cucu Nabi saw Hasan bin Ali;, Khalifah ketiga dan menantu Nabi Utsman bin Affan; dan para Sahabat, seperti, Sa’ad bin Abi Waqqas, Abdurrahman bin Auf, Abdullah bin Mas’ud dan Abu Sa’id Khudri.

Baca juga: 7 Virus Paling Mematikan di Dunia

6. Kota Badr

Kota Badr nama lengkapnya Badr Hunayn adalah sebuah kota di Provinsi Al Madinah, Arab Saudi bagian Barat. Sekitar 130 km (81 mil) dari kota Madinah.

Kota ini punya sejarah yang istimewa karena di kawasan itulah tempat terjadinya Perang Badar antara kaum Muslimin dengan kaum kufar Mekkah pada 624 M atau Ramadhan 2 H. Pertempuran tersebut berakhir dengan kemenangan kaum Muslimin. Perang Badrmerupakan salah satu pertempuran terkenal dalam sejarah Islam.

Baca juga: 7 Aplikasi Al-Qur’an Terbaik di Android

7. Benteng Khaibar

Pada masa Rasulullah saw, Khaibar merupakan benteng dan pemukiman warga Yahudi, masa itu jaraknya sekitar 3 hari perjalanan dari kota Madinah. Dan saat ini jaraknya kira-kira 160 km dari kota Madinah.

Rasulullah saw dan mereka telah menyepakati sebuah perjanjian untuk saling melindungi dari serangan musuh. Ternyata pihak Yahudi mengingkairnya, mereka dan kaum kufar Makkah bersekongkol untuk menyerang Madinah pada saat Perang Khandak (Perang Parit) atau disebut juga Perang Ahzab.

Setelah kaum Kufar Makkah gagal meyerang Madinah pada saat Perang Khandak, Rasulullah saw memerintahkan pasukan Islam untuk mengepung benteng Yahudi di Khaibar, dan akhirnya benteng-benteng itu dapat direbut oleh Umat Islam dan orang-oran Yaudi itu kemudian diusir dari Madinah.

Itulah 7 objek wisata paling bersejarah yang ada di Madinah, di dalamnya memiliki latar belakang dan sarat dengan nilai-nilai yang agung.

Baca juga: 7 Tokoh Muslim Pelopor Penerjemah Al-Qur’an Bahasa Inggris


2 Komentar

elvinadiah · 9 Mei 2020 pada 11:17 am

Masya Allah, semoga diundang dan dimampukan kesana, aamiin

    admin · 15 Mei 2020 pada 5:20 am

    Aamiin Allahumma aamiin

Tinggalkan Balasan