Global Terrorisem Index (GTI) 2019 melaporkanterdapat 138 negara yang terdampak akibat adanya terorisme di negaranya masing-masing. Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 15.952 orang tewas, terdapat rata-rata satu kematian dalam 71 negara akibat adanya terorisme dan mengalami peningkatan di 98 negara.

Konflik adalah pendorong utama aktivitas teroris. 95 % kematian akibat terorisme terjadi di negara-negara di mana konflik kekerasan terjadi.

Catatn penting lainnya menyebutkan bahwa sudah ada lebih dari 300 serangan bunuh diri yang melibatkan setidaknya satu perempuan sejak 1985, yang menewaskan 3.071 orang. Kelompok teroris Boko Haram dan ISIS paling banyak merekrut wanita untuk melakukan bom bunuh diri.

Asia Pasifik memiliki proporsi perempuan terbesar bergabung dengan ISIS sebesar 31 %. Tertinggi berikutnya adalah Eropa sebesar 24 %. Kemudian ternyata, lebih banyak laki-laki yang dikembalikan ke negara asal mereka dari daripada wanita.

Berikut ini 7 dari 10 negara yang paling terkena dampak buruk yang ditumbulkan adanya terorisme pada tahun 2018.

Afganistan

Republik Islam Afganistan, negara yang terkurung daratan yang terletak di Asia Selatan dan Asia Tengah. Penduduknya sekitar 32 juta, negara ini berbatasan dengan Pakistan di selatan dan timur; Iran di barat; Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan di utara; dan Tiongkok jauh di timur laut.

Negeri yang indah kaya sumber daya alam itu telah dinobatkan sebagai negara paling terdampak terorisme mengeser Irak yang tahun-tahun sebelumnya ada di posisi satu.

Tercatat selama 2018, sebanya 7.379 orang tewas, 6.514 orang terluka dan total 39.344 telat tewas sejak 2001. Sebagian besar dilakukan oleh kelompok Taliban dan Negara Islam Khorasan (IS-K).

Iraq

Republik Irak sebuah negara di Timur Tengah atau Asia Barat Daya, yang meliputi sebagian terbesar daerah Mesopotamia serta ujung barat laut dari Pegunungan Zagros dan bagian timur dari Gurun Suriah. Berbatasan dengan Kuwait dan Arab Saudi di selatan, Yordania di barat, Suriah di barat laut, Turki di utara, dan Iran di timur.

Selama 2018, sebanyak 1.054 orang tewas, 1.723 orang terluka dan total meninggal 66.573 dari sejak 2010. Pelaku utamanya kelompok teroris ISIS.

Nigeria

Republik Federal Nigeria, sebuah negara di Afrika Barat. Berbatasan dengan Benin di sebelah barat, Chad dan Kamerun di sebelah timur, Niger di sebelah utara dan Teluk Guinea di sebelah selatan. Kota-kota penting termasuk Abuja, bekas ibu kota Lagos, Abeokuta, Ibadan, Port Harcourt dan Jos.

Selama 2018, sebanya 2.040 tewas, 772 orang terluka dan 22.415 orang telah tewas sejak 2010. Boko Haram, merupakan kelompok teroris yang paling bertanggung jawab.

Syiria

Republik Arab Suriah negara yang terletak di Timur Tengah, dengan negara Turki di sebelah utara, Irak di Timur, Laut Tengah di barat dan Yordania di selatan. Suriah beribu kota Damaskus.

Spanjang 2018 tercata 662 orang tewas, 725 orang terluka dan total yang tewas sejak 2010 adalah 10.236 orang. Pelakunya adalah kelompok teroris ISIS, Partai Pekerja Kurdi (PKK)  dan Hay’at Tahrir al-Sham.

Pakistan

Republik Islam Pakistan, terletak di Asia Selatan yang memiliki garis pantai sepanjang 1046-kilometer (650 mi) dengan Laut Arab dan Teluk Oman di bagian selatan, berbatasan dengan Afghanistan dan Iran di bagian barat, India di bagian timur dan Tiongkok di arah timur laut. Tajikistan terletak sangat berdekatan dengan Pakistan, namun dibatasi oleh daratan sempit yang disebut Koridor Wakhan. Pakistan terletak secara strategis di antara daerah-daerah penting di Asia Selatan, Asia Tengah, dan Timur Tengah.

Pada tahun 2018, sebanya 537 orang tewas, 1.016 luka-luka dan total 17.220 orang tewas sejak 2010. Pelaku utamanya adalah kelompok teroris Negara Islam Khorasan dan Taliban Pakistan.

Somalia

Somalia, terletak di Tanduk Afrika. Berbatasan dengan Djibouti di barat laut, Kenya di barat daya, Teluk Aden dan Yaman di utara, Samudra Hindia di sebelah timur, dan Ethiopia di sebelah barat.

Pada tahun 2018, tercata 646 meninggal, 638 luka-luka dan total 6.602 tewas sejak 2010. Al-Shabaab dan Jabha Afrika Timur, dua kelompok teroris yang paling bertanggungjawab.

India

Republik India, terletak di Asia dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu miliar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Ekonomi India adalah terbesar keempat di dunia dalam PDB, diukur dari segi paritas daya beli (PPP), dan salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. India, negara dengan sistem demokrasi liberal terbesar di dunia, juga telah muncul sebagai kekuatan regional yang penting, memiliki kekuatan militer terbesar, dan memiliki kemampuan senjata nuklir.

Pada tahun 2018 tercata 350 orang meninggal, 540 orang luka-luka dan total 8.473 orang meninggal sejak 2010. Kelompok teroris Maoists, Partai Komunis Maois dan Hizbul Mujahiddin sebagai pelakunya.

Itulah 7 negara yang paling banyak mengalami kerugian yang diakibatkan oleh ulah para teroris. Lalu bagai mana dengan Indonesia?

Indonesia berada pada rengking ke 35 dari 138 negara yang terdaftar, artinya Indonesia juga banyak mengalami kerugian akibat adanya terorisme di dalam negeri. Semoga saja kita bisa terbebas dari terorisme, menjadi negeri yang aman, tenteram dan damai. [madj]


0 Komentar

Tinggalkan Balasan